Wednesday, March 3, 2010

Kuliner dadakan

Foto &  Text by Hanif
_______________________


Selamat datang di myblog, tempat tongkrongan ( yang ini tongkrongan online). Ini postingan ke sekian di blog ini, hitung- hitung buat nambah pengalaman nulis. Awalnya gak ada niat mau nulis tentang sesuatu yang khusus, soalnya lagi kurang mood nulis, ujian sudah dekat.



Postingan ini tentang kuliner. Alasan kenapa kuliner sebagai postingan kali ini, adalah karena makan itu enak(??). Sebenarnya gak ada alasan, cuma kebetulan hari sabtu 16 januari kemarin aku lagi mampir ke daerah Pudu, ada assignment yang menuntut membeli pernak- pernik setrum alias elektro di pasar Pudu. Nah, cerita berawal setelah dari Pudu.



Pernak- pernik yang aku cari sudah dapat semua dan sekarang tinggal cabut, langsung saja aku cegat lrt train di stesen Pudu. Di atas tren seingatku masih jam 6 sore dan aku pikir kalau langsung pulang, hari itu akan habis begitu saja aku jadi berpikir untuk pindah haluan. Oh ya, aku pernah denger di Sungai Besi ada pasar Indonesia setiap sabtu malam dan jual barang khas Indonesia, langsung saja detik itu juga aku putuskan ganti haluan ke sungai Besi. Dengan kelajuan 50 knot, Sekitar pukul 6.20 aku


sampai di Sungai Besi, hujannya luar biasa deres waktu itu. Tapi Itu semua gak bisa menggembosi semangatku untuk menuju pasar malam, demi satu hal. Makan.

Dari stesen aku langsung menuju crossing bridge alias jembatan penyebrangan. Jalanan di bawahku ramai banget, keliatannya orang- orang mau pulang kampong weekend ini (bagi yang kampungnya gak jauh- jauh amat). Dari atas bridge itu juga sudak tampak deretan tenda- tenda pasar malam, dan wuuush.. hawa Indonesia lewat depanku rasanya. Mau langsung nyelonong tapi masih hujan deres, kalau mau nekad bisa aja tapi sampai sana pasti ‘mablul jami’an’ alias basah kuyup. Tapi, berhubung ini berkenaan masalah perut, ‘mablul jami’an’ sudah tidak terpikirkan, aku pikir setelah turun jembatan kan masih bisa merepet (berjalan pelan dan mepet) ke kedai yang ada di bawah. Yup, usaha merepet berjalan mulus, gak jauh dari situ sudah keliatan deretan tenda orange ( kenapa bukan tenda biru ya?) dan aroma makanan yang semerbak berebutan masuk lubang hidung untuk menggoda saraf sensorik, yang kemudian direspon oleh saraf motorik yang menggerakkanku ke arah bau yang terdeteksi. Ternyata itu bau sate ayam. Entah kenapa bau sate ayam dulu yang tedeteksi, mungkin karena jarang makan sate, atau mungkin karena demam sate, gak tau lah yang pasti karena asap sate yang sangat brutal dan extreme itu bukan saja mengganggu indra penciumanku, tapi juga indra penglihatanku, asapnya ngebul gak terkontrol. Ooh pantesan.

Setelah diganggu bau sate atau lebih tepatnya asap sate, aku tersadar kembali, perjalanan masih panjang, tenda orange itu masih terlihat sepanjang 300 meter, kalau di meter pertama aku sudah tergoda aktivitas makan, gimana nanti di meter ke 300, mungkin sudah gak bisa berdiri kekenyangan kali ya?. Oke confirmed, carry on the tour. Sepanjang perjalanan kejadian di awal cerita sering terulang, aroma makanan yang menggelitik saraf, untungnya masih bisa tertahankan. Ada satu aroma yang terdeteksi mengingatkanku ke kampung halaman, aroma putu bambu. Kalian pasti tahu itu, makanan dari adonan kelapa dicampur gula merah dan dikukus dalam silinder bamboo beradius 1cm yang imut dan pas sekali dimakan waktu sore apalagi ditemani secangkir teh panas. Sempurna.

Tapi rencanaku mau makan di rumah, jadi gak mungkin kalau beli putu bambu, nyampe rumah pasti dingin dan gak nikmat lagi. Terus saja aku telusuri meter demi meter deretan tenda orange, banyak hal- hal menarik yang sebenernya pingin aku beli, tapi berhubung prinsip mendahulukan yang diperlukan bukan yang diinginkan jadinya hasrat untuk membeli itu lenyap begitu saja. Makanan khas Malaysia dari ujung Kedah sampai ujung Johor Bahru semua ada, yang paling aku tau tentunya Laksa khas Kelantan. Aku pernah ikut gotong royong masak di surau deket tempat kosku dan kebetulan aku bagian buat Laksa meskipun hasilnya saat itu lumayan. Lumayan runyam.

Selain makanan, ternyata pasar malam itu juga menyediakan deretan panjang tenda yang menjual pakaian, ada pakaian resmi dan juga pakaian olah raga. Lumayan untuk harganya, celana training bertuliskan Nike, adidas dkk dijual seharga RM15.
Fiuh....capek juga ternyata jalan terus, setelah deretan pakaian itu aku putuskan untuk balik ke tenda makanan. Kedai pertama yang jadi korbanku ternyata jualan Kue. Lumayan harganya 1RM dapet tiga biji, akhirnya aku beli aja agak banyak buat dibawa ke Endah villa. Lanjut lagi, setelah itu aku hampiri kedai yang jual mangkuk terbalik. Entah jual apa itu, deretan mangkuk terbalik dipanaskan di atas kompor, aku baru faham setelah lirik tulisannya, Putu Perak. Namanya wisata kuliner aku harus coba minimal satu, tapi berhubung gak mungkin cuman beli satu, akhirnya aku beli beberapa biji. Lanjut lagi, tengok kanan- kiri di deretan tenda selanjutnya ada daftar menu, nasi goreng udang 2rm, kwetiau kerang 2 rm diracik oleh D’Maju Zamzally. Untuk ukuran Kuala lumpur, harga itu gak mahal- mahal amat, jadi aku langsung aja eksekusi nasi goreng udang, dibungkus.

Gak terasa hari sudah hampir gelap, maghrib masih 15 menit lagi. Berhubung kerongkongan sudah kering, aku mampir ke sebuah kedai dan order minum seperti biasa, “teh tarik, makcik!”. Sambil nunggu teh pesenan, aku buka bungkusan nasgor tadi, porsi lumayan besar dengan harga 2 rm, sangat dianjurkan untuk temen- temen. Tehku datang, sejurus mau aku santap nasgornya tapi kok rasanya kurang enak kalau makan sendirian. Kaya orang ilang. Tengok kanan kiri lagi, ada bapak- bapak, juga lagi sendirian, aku samperin aja buat temen ngobrol. Sambil makan, aku tanyakan apa memang rutin bapak ini ke pasar malem sini, dan beliau cerita kalau hampir setiap minggu dateng ke pasar ini. Yang dicari cuman satu makanan, namanya nasi Dagang khas Terengganu. Aku jadi penasaran sama hal yang bisa buat orang dateng tiap minggu untuk sekedar beli nasi bernama Dagang. 

Tapi apa dikata, hari sudah gelap dan adzan maghrib berkumandang, aku akhiri obrolan dengan pakcik tadi, perjumpaan yang aneh. Gimana gak aneh perjumapaan diakhiri dengan saling berkenalan, biasanya diawal. “Nama saya Husain”, kata pakcik. “sampai jumpa lagi pakcik!”, kalimat terkahirku. Setelah itu aku ke mesjid di sekitar pasar itu, shalat maghrib dan go home.


Putu Perak






Laksa





Spending:
- Kue 12 biji : RM 4
- NASGOR udang : RM 2
- Teh tarik : Gratis (dibayarin pakcik)
Untuk dicoba : Nasi Dagang


Friday, February 19, 2010

Berita dari Semenanjung

Foto: Bima Wicak Prawiro
Teks: Hanif
____________________________

“Assalaamua’laikum warahmatullahi wabarakatuh”, sapa Duta besar Indonesia kepada hadirin di ruang seminar. Alhamdulillah pikirku, kita datang ontime. Ruangan saat itu dipenuhi sekitar 500 peserta seminar dari berbagai perwakilan universitas di Malaysia. UCTI, MMU, UKM, UM, UUM adalah sebagian dari universitas yang hadir. Kami berempat, aku, Cumba, Bima dan Alfi duduk sederet di bangku paling buncit. Di podium, DUBES RI untuk Malaysia, Da’I Bachtiar, sedang memberi kata sambutan. Di hadapan beliau terjejer rapi tokoh- tokoh sejarah Indonesia dan Malaysia, mereka adalah Tun Mahathir Muhammad, mantan perdana menteri Malaysia yang penuh dengan catatan mengesankan dalam pembangunan Malaysia. Tokoh selanjutnya Dr. Nasir Tamara, beliau pernah belajar di 4 negara berbeda di universitas terbaik yang dimiliki Negara tersebut, seperti yang beliau sebutkan setelah lulus dari UI  jurusan ilmu politik beliau melanjutkan studi ke perancis di Sorbonne university, setelah itu di Amerika,

Tun Mahathir Muhammad, mantan PM Malaysia

Da'i Bachtiar, Dubes Indonesia untuk Malaysia


Da'i Bachtiar beserta Narasumber dan PPI Malaysia


 
Dr. Nasir Tamara


juga di universitas terbaiknya, Harvard university. Di sana beliau sempat bekerja bersama pakar ilmu sosial Samuel Huntington. Setelah selesai di Amerika beliau melanjutkan studi di inggris, juga di universitas terbaiknya, Oxford university. Pengalaman yang paling beliau ingat adalah ketika terbang satu pesawat dengan tokoh revolusi Iran, Ayatollah Khomeini, pada tahun 1989, dalam penerbangan menuju iran, kembalinya Ayatollah saat itu adalah untuk menggulingkan kekuasaan Shah reza Pahlevi, dan Dr.Nasir menjadi saksi ketika Ayatollah turun dari pesawat yang menandakan saat itu juga kekuasaan iran jatuh ke tangan Ayatollah, didukung oleh hampir seluruh rakyat Iran yang saat itu turun ke jalan.

Tokoh kita selanjutnya adalah Dr4. Ken Kawan Soetanto, beliau menggondol 4 gelar doktor yang semuanya beliau peroleh dari jepang. Saat ini beliau menjabat sebagai dekan universitas Waseda, universitas swasta yang karena peran beliau, menjadi sangat terkenal di jepang. Waseda yang saat beliau memulai karir hanyalah kampus berisi anak- anak buangan tanpa semangat belajar. Namun, dengan cara beliau menyentuh titik sadar mereka, kumpulan anak terbuang universitas Waseda menjadi mahasiswa cemerlang di bidangnya. Bukan hanya universitas Waseda yang menerapkan cara beliau menyentuh titik sadar pelajar, tapi hampir seluruh jepang menerapkan cara beliau, sehingga di jepang sejak tahun 1993 dikenal luas ‘Soetanto Effect’ yaitu menyentuh titik sadar pelajar sehingga dapat mencapai puncak kecemerlangan mereka. Dr. Ken juga satu- satunya non-jepang yang terpilih menjadi penentu kebijakan makro ekonomi di bawah departemen ekonomi jepang.

Setelah Dubes Da’I Bachtiar selesai membuka acara, kini giliran Tun Mahathir menyampaikan pemikirannya. Tun Mahathir mengungkapkan persamaan- persamaan antara Indonesia dan Malaysia, seperti omongan beliau, Indonesia dan Malaysia sebenarnya hampir tidak memiliki perbedaan atau yang beliau sebut sebagai artificial difference hanya karena dijajah oleh Negara berbeda, sehingga menjadikannya ada sedikit perbedaan. Beliau juga tidak memungkiri kalau hubungan kedua Negara sedang ‘hangat’, akan tetapi sejak dahulu baik pemerintah Indonesia maupun Malaysia selalu tetap berhubungan baik. Beliau juga menyampaikan kalau sebenarnya Indonesia memiliki potensi untuk menjadi Negara besar. Beliau juga menekankan perbedaan western democracy dan ASEAN democracy, western democracy fokusnya adalah invidual interest yang sangat tabu jka diterapkan secara mentah di ASEAN yang menerapkan society interest. Di sesi tanya jawab Tun Mahathir ditanya oleh seorang peserta tentang apa tanggapannya tehadap gelar yang diberikan kepadanya sebagai ‘ little Soekarno’. Beliau rupanya agak geli menjawab pertanyaan itu, kata beliau mungkin saja ada faktor- faktor yang sama dimiliki oleh Soekarno maupun Tun Mahathir, tapi Tun juga mengingatkan kalau julukan itu tidak sepenuhnya benar karena dulu Soekarno pernah melawan Malaysia dalam gerakan ‘Ganyang Malaysia’ jadi mereka berdua tidak mirip secara total.

Setelah sesi break, giliran Dr. Nasir Tamara memberikan pidatonya, Dr. Nasir yang seorang social scientist kini beliau menjadi dosen di Singapura. Dalam pidatonya beliau menguraikan poin- poin penting dari buku yang telah ditulisnya, Rising Indonesia. Dalam perkiraan Dr. Nasir, pada 2040 Indonesia akan menjadi Negara terkaya nomer- 7 di dunia. Salah satu indikasinya adalah masuknya Indonesia dalam anggota G-20. Namun itu saja tidaklah cukup beberapa prasyarat juga harus terpenuhi apabila Indonesia ingin mencapainya yaitu sifat cinta bangsa, kerja keras dan tentunya kebijakan ekonomi yang tepat. Menurutnya, Indonesia akan mencapai puncak tersebut seirama dengan bagaimana India mencapai puncaknya. Keadaan geografis yang mirip, dengan tingkat kepadatan penduduk dan perataan kesejahteraan maka India adalah contoh yang paling sesuai jika ingin dicari perbandingannya.

Sesi break kedua tiba waktunya. Kami tanpa basa- basi menuju meja hidangan, ada coffee break plus makan siang, komplit. Satu jam kita menikmati masakan padang yang disediakan, setelah itu shalat dhuhur dan kembali lagi ke seminar hall untuk mendengarkan doktor pangkat empat kita berorasi, Dr. Ken. Beliau adalah pembicara yang ditunggu- tunggu sebenarnya oleh peserta seminar, terbukti meskipun hari sudah siang, namun peserta tidak ada yang meninggalkan acara. Dr. Ken muncul dengan perawakannya yang kecil, beliau tidak Nampak kalau mempunyai 4 gelar doktor, ditambah lagi dengan logat jawanya yang kental khas Suroboyo semakin ‘diragukan’ kedoktorannya. “ saya di depan sini akan mencoba berbicara dengan hati”, kalimat permulaannnya. Setelah itu kalimat demi kalimat mengalir dari Dr4 itu, beliau menceritakan perjuangannya pada masa kecil, sehingga beliau bisa mengambil S1 di jepang, meskipun saat S1 dia sudah berumur 27 tahun, tapi tetap tidak menghalanginya untuk maju.

Dr4. Ken Kawan Soetanto


Dr.Ken bagi saya adalah sosok guru yang saya dambakan, beliau dengan semangat ingin mendobrak jiwa- jiwa lemah para pelajar sehingga mereka bisa lebih terbuka terhadap apa yang mereka inginkan. Itulah yang beliau lakukan terhadap mahasiswa- mahasiswa di universitas Waseda, Tokyo, yang pada awalnya hanyalah kumpulan anak- anak tanpa semangat yang duduk di bangku kuliah, namun sekarang Dr. Ken telah mendobrak alam bawah sadar para mahasiswa yang sedang terombang- ambing dan menyadarkan mereka kembali bahwa seseorang harus mempunyai goal dalam hidupnya dan menyadarkan mereka bahwa tujuan kita para mahasiswa, harus kita tempuh secara sadar (Conscious) dalam arti kita faham betul apa yang kita mau, apa yang kita perlukan dan kemana kita akan menuju, itulah yang akhirnya tekenal di seantero jepang sebagai ‘Soetanto Effect’. Menurut beliau ada 4 macam tipe guru


- Guru yang Biasa, mengajar
- Guru yang Baik, menjelaskan
- Guru yang Lebih, mempraktekkan
- Guru yang paling Hebat, menginspirasi








Tuesday, December 22, 2009

Unexpected...

Setelah selesai pamitan aku menuju ke stasiun kereta. Jam menunjukkan pukul 22.15 ketika aku sampai stasiun komuter (Keretapi). Aku lihat papan pengumuman kalo kereta selanjutnya datang jam 23.00, masyaAllah nunggu lama ini pikirku. Barusan mengeluh karena harus nunggu kereta 45 menit ke depan tiba2 pengeras suara bunyi,

" Kepada seluruh calon penumpang train jurusan Rawang (jurusanku) diberitahukan bahwa kereta akan mengalami keterlambatan, harap maklum".
Otak sudah memerintahku untuk mengeluarkan kalimat2 emosional khas AREMA. Apa ini pikirku? barusan aku mengeluh karena masi harus nunggu lama untuk nunggu kereta eh, malah keretanya ditunda. ckckck,,,melengos.. sambil menahan emosi. Aku perhatikan terus papan yang menunjukkan perkiraan kedatangan kereta . Apa-apaan ini! semakin waktu bertambah, semakin panjang penundaannya. setiap tiga menit, waktu penundaan bertambah 2 menit.
“hargghghghghgh!!!! stkakoijt8g ksnuissiuhrioe!YGY&&*^*&^&*^*%!@$^!!!!!!!telo!” (Gak jelas to,ya gitu emang rasanya)



Sekarang papan bilang kalo kereta akan datang jam 23.18. Aku putus asa malam ini bisa sampai rumah, saat itu pukul 23.00 ketika corong- tua- pengeras- suara mengumumkan,
"Karena pembatalan kereta sebelumnya maka waktu kedatangan tertunda"
sampai kalimat itu aku masih bersabar, tapi setelah pengumuman
" keretea terkhir menuju rawang saat ini masih berada di stasiun Seremban dan akan tiba SEGERA dalam waktu EMPAT PULUH MENIT",

Hachiu,,,Kepong itu stasiun paling ujung dan kalo kereta gak telat itu memakan waktu 40 menit sampai ke stasiun ini GRGRGRGJRHGRHGHRGHRG!! emosiku memuncak, gak tau mau apa aku langsung berdiri dan jalan ke ujung plaform dan dapet satu kursi panjang yang masih kosong, sambil melengos aku banting badan di atas kursi itu tanpa peduli. Tidur.

15 menit kemudian aku masih dalam posisi yang sama mencoba untuk tidur tapi gak bisa. Ada suara berisik di sampingku tiga orang india lagi ngobrol, pake mikrofon mungkin ngobrolnya, ngganggu banget.
Pukul 23.25 lagi2 si corong teriak2
" kereta menuju rawang sudah tiba di stesen nilai". Seolah- olah udah deket aja stasiun nilainya, padahal kira2 5 stasiun lagi.
Pukul 23.57 keretapun datang, dari kejauhan aku bisa liat lampunya, saat itu juga si corong koar2 lagi, aku pikir kalo sampai kereta ini dibatalkan lagi, aku bakal...bakal...ngapain ya? yang jelas akan nunggu kereta lain lagi soalnya itu satu2nya transport pulang ke rumah. hehe. corong menginfokan kali ini dengan nada sedikit ramah, "Penumpang kami yang setia, kereta terakhir menuju rawang akan tiba dalam waktu sebentar lagi",
Apaan nih pikirku gitu aja diinfoin dia kira kita gak bisa liat kereta yang udah di depan mata begini? atau mungkin dia cuma ingin menghibur penumpang aja setelah info2 yang dia teriakin sebelumnya selalu bersifat kabar buruk terus.

Sebenernya perjalananku belum selesai soalnya mesti turun di stasiun tasik selatan dan ganti kereta lagi, tapi gak apa itu urusan nanti pikirku kalo udah nyampe sana. Jam saat itu 00.15 ketika aku sampai stasiun interchange tasik selatan. aku turun dari kereta KTM dan menuju ke pertukaran kereta LRT untuk pulang ke rumah. Bener aja apa yang aku khawatirkan, LRT-nya tutup. Untung sejak awal tadi otak ini sudah diset untuk kemungkinan terburuk, jadi gak kaget dalam keadaan macam ini.

EMMH. Yang aku tau teorinya, solusi dari keadaan kritis adalah pikiran tenang, bukan sok cool tapi mikir. aku coba tenang, cari jalan lain. aku ke arah perhentian taxi. aku dengerin tawar- menawar sopir dengan calon penumpang, yang sopirnya udah kalap minta dinaikin harganya plus pajak midnight driving sedangkan calon penumpangnya juga kalap, habis emosi nunggu kereta KTM masih diplonco lagi sama sopir taksi. Aku denger orang dari benua afrika lagi tawar menawar ama sopir taxi.

"twenty”, kata si sopir

Dijawab sama bule afrika, "what twenty? are you joking man?" tanpa rasa bersalah si bule afrika ini bilang "we want, ten".

Dalam hati aslinya ngakak juga aku, gak taunya bule afrika ini mentalnya sama kaya orang indo, 'kalo mau beli sesuatu ditawar dulu, penawaran pertama separuh harga'.DUONG! si sopir njawab "Hoi, this is midnight bro, to get your place in working hours itself taking eleven ringgit, how come you want ten at midnight?" Sambil ngakak dia
hwakakak tambah mules aku denger jawaban si sopir ni.

"Oke 15", kata si bule afrika, disambut jawaban "NONONONO...." si sopir.
Terus si sopir ninggalin tuh calon penumpang dan nawarin penumpang lain buat naik, strategi lawas penjual emang gitu pura- pura gak butuh kalo udah di posisi bagus. Bukan cuman sopir aja yang dalam posisi bagus, aku pikir ini juga kesempatan bagus buatku, kalo dipikir gak mungkin ke tempatku naik taksi sendirian, midnight lagi, pasti gak mood waktu bayanya ntar. 20RM bayangin alias 60ribu ru-pi-ah, lagian uang di kantong ada 10RM saja.

Dengan tampang kaya sales aku datengin bule afrika, "He, Guys, where are u going?" mereka jawab, "we are going to Bukit Jalil",
ah serius pikirku gak yakin, soalnya aku juga tinggal di bukit jalil.

"How much they charge you, and how many of you?", aku interogasi.
"twenty rm and three of us" kata mereka,
Gak ada angin tiba- tiba temen si bule nanya ke aku "oke bro how much you charge us?"
Apa?! aku dikira sopir taksi juga yang lagi nawarin dia. Waduh repot ini,

" No, i'm not going to charge you, i'm not a taxi driver. i'm going to BUkit Jalil also, and do you mind to make it four?" dengan hati melas tapi muka disangar2in aku tawarin mereka kita naik taxi berempat biar gak berat2 amat dan bisa mood waktu bayar taksinya entar,hehe.
Nampaknya mereka setuju,

"Driver, we take 20 to bukit jalil" kata salah satu bule itu. si sopir yang lagi nawarin ke orang lain masih pura2 gak butuh bilang ke yang lagi ditawarin, ‘kalo gak mau 25 yaudah aku ambil nih bule2’. gak lama kita udah di dalem taksi. Aku keluarin duit sepuluh ringgit aku kasihin ke bule disampingku,"Bro, do u have changes?",ana minta kembalian soalnya janjiannya kan bayar 5RM seorang. Tapi dia bilang entar aja kalo udah sampai baru bayar,oke kalo gitu terserah. Aku rilekskan susunan tulang belakangku di kursi taksi, Alhamdulillah... pikirku, akhirnya yang aku tahu, malam itu gak sampai berakhir di trotoar atau serambi masjid, dan satu lagi, ternyata banyak jalan menuju bukit jalil.

Sopir taksi kami mengutak- atik tape taksi, kayanya lagi nyari lagu yang pas ama dia dan gak lama kayanya dia dapet lagu yang cocok. Aku lupa lagunya siapa yang aku inget yang nyanyi cewek mungkin kalo gak Mariah carrey berarti Jim Carrey. Udah ngerasa lagunya cocok si sopir rileks ke kursi kemudi sambil gedein suara radionya. Hanya selang beberapa detik setelah si sopir coba rileks, tiba2 suara radio itu jadi kecil kecil O0o...... sampe akhirnya gak kedengeran, dan disambut teriakan pak sopir
"What are you doing?!!", sambil mutar volume button tape untuk digedein lagi suaranya, ternyata yang bule yang di depan ngecilin suara radionya.

"I don't like this song, driver!", kata si bule afrika yang duduk di depan dan tanpa ragu dia kecilin lagi suara radionya.Ciuut.....O0o...kecil lagi suaranya sampai habis.

"What do you want?!!" sopir taksinya udah kalap.
Bule afrika sekenanya njawab "I hate this song!".

Wuih jawaban sekenanya tapi pasti, bakalan seru kalo kaya gini pikirku. si sopir yang gak tau diri dan penumpang yang blak2an ngomong kalau makanan ini mungkin kaya soto lamongan yang dikasih jeruk plus sambel dan dikecapi ABC, muaknyus. Ini bakalan panjang ceritanya. Si sopir sambil kalap tiba2 megeluarkan orasi singkat yang mungkin udah disiapkan textnya..???
" WHAT DO YOU WANT?! THIS IS MY CAB, I HAVE RIGHTS TO DO WHAT I WANT TO,IT'S MY PRIVILLAGE!"

Dahsyat!! pikirku nih sopir atau pengacara ya, atau mungkin bekas pengacara, atau memang pengacara tapi lagi cari sambilan, atau bisa juga pengacara habis di pecat, atau mungkin juga dia pernah kuliah di jurusan hukum??gak taulah. Dan..lanjut lagi orasinya
"THIS IS MY CAB AND IF YOU DONT LIKE, BETTER I DROP YOU HERE!".

Si sopir abis orasi terus kalap, ngancem mau nurunin kita di tengah2 setopan lampu merah, aduh pikirku kalo sampe kita diturunin jadi panjang cerita. Bule yang duduk depan kayaknya shock setelah dengerin orasi kemerdekaan Hak Asasi Sopir Taksi (HAST).
Bule yang duduk depan bilang, "Oke we drop here if you don't like." dan langsung buka pintu. Keluar. Semudah itu.

Dua bule yang duduk di sampingku kebingungan sama ulah sohibnya yang satu itu, mereka coba menahan emosi kawannya biar tetep di taksi,
"wait bro sit..sit.." Bule itu gak peduli lagi. Si sopir juga sebenernya kebingungan, tapi udah terlanjur ngusir dan orasi, kayanya berat untuk tiba2 memelas minta kita tetep di taksi.
Aku buka pintu belakang. "Let's go out". Aku keluar. Gak mbayar.

Di tengah lampu merah kita turun, untungnya lagi sepi cuman ada 4-5 mobil aja. Aku usulin mending kita cegat taksi di seberang jalan, kalo di seberang sana kayanya bakal dapet harga murah soalnya gak lewat lampu merah. Akhirnya kita jalan menuju hentian bus tempatnya 500 meter di depan kita. Di tengah2 perjalanan aku penasaran darimana asal usul bule afrika ini. Setelah ku tanya2 ternyata mereka orang nigeria dan aku tebak mereka pasti dari sebelah barat nigeria, tempat komunitas muslim, soalnya mereka pakai baju gamis. Lumayan sedikit tahu tentang afrika bisa buat pembicaraan tambah antusias. Sebaliknya mereka juga nanya dari mana asal usulku, aku jawab dengan INDONESIA, mereka agk kaget aku bilang dari indonesia, sedikit terkejut dan langsung ajak jabat tangan dan bilang assalaamualaikum brother. Wa'alaikumsalam....
Aku jadi teringat apa yang dikatakan seorang teman dari temanku, yang dia berasal dari nigeria. Dia pernah bilang kalau indonesia sangat dikenal di negara mereka, dia bilang mereka biasa mengenakan sarung buatan indonesia salah satunya ATLAS. Selain itu mereka juga ternyata terbiasa mengenakan batik asli Indonesia, dan uniknya batik dianggap sesuatu yang sangat presticius di negara mereka. Mereka hanya mengenakan batik saat acara2 resmi seperti pernikahan dan batik dianggap sbagai simbol kebesaran.

Aku bilang ke bule yang tadi ribut sama sopir, kalo kita dapet taksi yang lebih murah, berarti keputusanmu tadi bagus. Kalo dapet yang lebih mahal aku mau bilang dia harus mbayarin tapi gak jadi.hehe. Kalo kita dapet lebih mahal berarti keputasnmu keliru. Aku usulin ke mereka kalo aku aja yang setop taksinya, biar nawarnya pake bahasa melayu biar dapet kortingan, mereka setuju aja.

Gak lama kira- kira sepuluh menit taksi pertama berhenti dan keliatan sopirnya orang melayu. Sip pikirku.
“Pak cik kita nak pergi Bukit Jalil berapa?”, (Bahasa melayu mode: ON)
“Midnight ni, bayarnya double meter, kalo meter 5RM bayarnya 10RM” kata pakcik sopir.
Aku tanyain ke bule- bule itu, mereka oke2 lagi. Langsung kita masuk satu persatu, aku yang terakhir. Pas masuk aku salamin pakcik sopir, “Assalaamualaikum pak”.
Pakciknya jawab panjang banget, “ Wa’alaikumsalam Warahmatullahi Ta’aala Wa Barakaaatuuh.”
Si bule afrika sumringah mukanya pas tau sopirnya juga muslim.
Sepanjang Perjalanan aku ngobrol sama pakcik sopir. Eh gak taunya baik banget tuh pakcik. Dia malem itu mau kerja sampai jam 4 pagi, berarti masih 2 jam lagi.

“Oh ya pakcik esok hari ada ceramah akbar di masjid KLCC, pengisinya ustad dari Indonesia?”, Hari sebelumnya aku dapet kabar kalo Ustad Arifin Ilham mau ngisi acara di masjid KLCC tanggal 25 oktober.
“Oh ya kah, nampaknya tak bisa pakcik, kelurga pakcik mau datang siang ini.” Jawab Pakcik sopir.
“Oke takpe lah pakcik , eh Pakcik kalo kita turun dulu deket tempat saya di taman sri endah terus pakcik antar bule- bule ini pulang bisa tak?”aku coba ngelobi pakcik biar dianter sampe depan rumah.hueheh. Soalnya aku beda rumah sama bule- bule itu.

“Wah jauh tu, lain harga lah.”, kata pakcik
Aduh kalo lain harga ya mending gak usah lah pikirku, akhirnya aku minta turun di jalan yang misahin arah kami, deket carrefour.Si bule afrika mau ke Arena green, jadi aku kudu jalan dikit. Gak masalah.
“ Bro, this is 10RM do you have changes?” aku mau bayar nih sesuai perjanjian, tapi meter taksi masih nunjukin angka 5.4RM berarti bayarnya total masi 10RM lebih dikit, gak semahal taksi yang sopirnya alumni fakultas hukum itu tadi. Waktu ana mau bayar lha kok brothers-bule-moslem-dari nigeria itu nolak. Gak usah bayar bro katanya.Lah.!? terus piye? Gak masalah, kami yang bayarin kata mereka. Oke kalau gitu terserah aku gak bisa maksa.:-). Kamipun jabat tangan kenalan nama lagi biar inget dan sampai jumpa di kampus kapan- kapan.

” Makasih pakcik driver, Wassalaamualaikum!” kata- kata perpisahanku.


Saturday, December 12, 2009

Learning through writing

Mmh...enaknya nulis apa ya? Sudah lama gak di rawat ni blognya..
Terserah, kan ente yang mau nulis?
iya,,, makannya ana nanya kira- kira nulis apa?
ya udah nulis apa aja yang penting bisa nambah pengalaman dan bermanfaat buat orang lain..
oh gitu ya..okok
......
bentar...
......
......
Tapi apa ya? (telo mode: ON)

Diskusi di atas bukan

diskusiku dengan Raditya si kambingjantan atau Andrea Hirata atau parah lagi sama JK.Rowling,, diskusi itu antara aku dengan aku.maksute? dia teman diskusiku paling setia. gini,,,kita sering bertanya2 kenapa nggak dapat ide untuk menulis sesuatu atau berbuat sesuatu ketika berada dalam kondisi apapun yang memerlukan sebuah pertimbangan dan perhitungan matang itu juga yang sedang aku hadapi. Dalam kondisi itu diskusi antara 'aku dan aku' pasti akan terjadi sekalipun hanya dalam benak kita yang mungkin tidak sempat kita tuliskan karena seringnya diskusi antara 'aku dan aku' yaitu diskusi antara kita dengan diri sendiri.

Dalam diskusi tersebut yang sangat bisa mempengaruhi hasil akhir adalah diri kita sendiri, tanpa ada gangguan dari pihak luar karena... gak ada yang tau tentunya. Diskusi dengan diri sendiri menjadi kunci dominan yang akan diekspresikan lewat perkataan, perbuatan ataupun kebiasaan sehingga memunculkan suatu bentuk yaitu kita sendiri atau lebih tepatnya nilai identik kita (wah apaan tu? asal aja nulisnya). Hasil diskusi dengan diri kita bisa disebut bagus atau efektif jika kita tau apa tujuan kita, kemana tujuan kita dan sebelum itu semua, siapa kita.

Ketika kita berdiskusi dengan kawan atau teman atau mahluk apapun itu tentunya kita harus menguasai materi yang kita diskusikan meskipun, diskusi itu hanya obrolan tentang sepak bola atau siaran spongebob semalam kita tetap perlu penguasaan materi( materi spongebob???). Muncul pertanyaan materi apa yang kita perlukan untuk berdiskusi dengan diri kita sendiri?

Hal pertama yang harus kita fahami yaitu siapa kita? Saya ambil contoh seseorang, sebut namanya Hanif (namaku sendiri...:-) dia seorang pelajar jurusan teknik yang ingin jadi ahli robotik dan dengan statusnya itu sekarang jadi pelajar di jurusan teknik, sebagai seorang pelajar teknik dia harus memfokuskan segala perhatian dan waktu sesuai bidang yang diinginkan. Oke? done!,,,

siapa lagi saya? oh aku juga seorang kawan. karena aku juga bagian dari komunitas tentu aku harus tahu materi tentang komunitasku saat ini ( Ex: APIIT,UCTI,PPI dan apa ya?....TKI mungkin :-). Semakin banyak kita tahu tentang komunitas dimana kita berada, kita akan semakin memahami diskusi- diskusi yang terjadi berkenaan dengannya. Usaha kita memahami lingkungan sekitar adalah proses pembelajaran dan hal terpenting dari suatu pembelajaran yaitu keterbukaan pikiran dan kerendah- hatian kita yang aku pikir sulit sekali untuk dilakukan. Selain godaan dari luar, godaan itu juga datang dari dalam diri sendiri. Tapi, gak masalah, selama kita masih punya pikiran yang terbuka dan mau selalu belajar dan berdoa kita akan semakin faham atas peristiwa2 yang terjadi di sekitar komunitas kita dan dengannya kita semakin tahu siapa diri kita dan akan kemana tujuan kita.

Aku habisi dulu tulisan ini,,, coba kita list down dulu, siapa saja diri kita ini sebenarnya biar kita lebih memahami tujuan kita sebenarnya buat modal kita berdiskusi dengan diri sendiri untuk menentukan prioritas tujuan kita.

Thursday, September 17, 2009

Night 27 of Ramadhan...

Tonight,,, 3 days left to gain the experiences,lessons and a lot of massages of this Ramadhan 1430H. What did i get since the beginning of this months is the question appeared and kept on spinning in my mind. Did i do the right thing to get the benefit of this Ramadan Mubarak?? Let's look right back to the beginning of this Ramadan that is started right after Indonesian independence day that more or less has made this Ramadan bit different.


Through the country's reflection of the independence day we were faced to a most awaited month in the world. I also started the month as something that is really new to me.Part time worker. it isn't the first time i work but it appears to me as something I've never imagined before. This month also has to be something different on you guys,right?! How did you spend this month?? Have we ever shared the things we should do,, have we told our friends brothers,sisters the right things we know should be done? have we and other have we questions will come out as we are facing last minute of Ramadan something like rushing in last minute of assignment submission...

will we be reaching next Ramadhan??? nobody knows, so, let's be greedy on last days of Ramadan,,will we be the same as before? that means this Ramadan is meaningless to us. I hope not. I hope my friends, brother and sisters in Islam achievie something better through this Ramadan. Not really important how big the changes are but as long as we've put our effort in because of Allah, it'll be paid off. That effort gonna changes our lives not only here but hereafter as well. Let's celebrate this VICTORY...

HAPPY 'IED 1430 FOR YOU ALL MY BROTHERS AND SISTERS IN ISLAM....

Wednesday, March 18, 2009

subuh posting

Hari sudah subuh,, pukul 6 di wilayah persekutuan,saya di rumah kawan setelah malam sebelumnya mampir ke rumah seorang kawan lainnya untuk membicarakan hal- hal menarik, apalagi kalau bukan wirausaha. hehehe,,, pagi ini terperangkap hujan dan tidak bisa segera bersiap- siap untuk ngampus. terpikir untuk otak- atik isi blog. oh ya jadi teringat ada tulisan yang harus dilanjutkan. saya coba untuk melanjutkannya, semenit- dua menit.BUNTU. nampakya kondisi hujan diluar mempengaruhi kerja otak saya pagi ini,, oke, saya coba menulis sesuatu yang lain yang paling tidak bisa menambah kemampuan menulis berita paling makgres alias baru (disambut bledek bin petir di luar rumah,,,,cThArrRR!!,,,,,La haula walaa quwwata illa biLLah).

Wednesday, March 11, 2009

NGOMONG DEMOKRASI

Demokrasi sudah lebih melekat di telinga masyarakat Indonesia dibandingkan satu dekade yang lalu. Masyarakat Tentunya sudah semakin dewasa dalam menghadapi berbagai hal baru sebagai dampak penerapan demokrasi. Seperti kita ketahui demokrasi merupakan suatu gerakan pemikiran yang besar yang datang dari dunia barat,, sejarah mencatat barat memulai pergerakan ini sejak 350 tahun lalu, yaitu saat banyak penemuan2 di bidang sains oleh dunia barat. pada saat awal- awal ketika islam memegang kekuasaan di berbagai tempat, tidak menyadari bahwa barat akan berkembang dengan pesat, karena penguasa negara islam saat itu tidak melihat barat sebagai tempat yang menjanjikan untuk dikuasai karena dunia islam saat itu adalah kehidupan yang




berbasis pertanian sedangkan dunia barat atau Eropa tidak memiliki sesuatu yang menghasilkan dari bidang pertanian. Tanpa disadari oleh dunia muslim eropa ternyata selangkah demi selangkah menyusun sebuah kehidupan yang tidak lagi berbasis Petanian tapi mulai melangkah ke bidang teknologi.. pada masa- masa awal ditandai dengan diciptakannya senjata berbumbu mesiu atau meriam ... to be continued...