Showing posts with label Ngalor Ngidul. Show all posts
Showing posts with label Ngalor Ngidul. Show all posts

Wednesday, August 3, 2011

Smile of Ramadan

Text   : Hanif
Image: Google                         





Has come the month we’ve been waiting most. We could say that Allah has given us, again, the opportunity to feel the sweetness of Ramadan. A month with full of blessings and forgiveness, in which one of the days is better than a thousand months of praying, Lailatul Qadar. To be able to succeed this Ramadan we need to remind ourselves and the people who close to us to pray more in the mids of night, recite the holy Quran each day, more zikirs to Allah, ask for blessing and forgiveness as how prophet Muhammad SAW shown us the way it does. 

The prophet never misses a day but doing 60 times of istighfar and taubah and it is even more often in Ramadan. The prophet Peace Be upon Him is also the most generous man on earth and in Ramadan he becomes even more generous than any other month.

Everything we do in Ramadan that we did because of Allah will be counted as kind of worship, even our sleep if it is for Allah is counted in. A lot of things we thought were just simple good deeds could become a really big stuff if we do in Ramadan, because every rewards of those small stuff, in Ramadan, will be multiplied. A simple example we can do is by forgiving each other for the current and the past problem. By doing so we already untied our sin toward mankind, Hablu minan naas. Because the only way we can have the forgiveness of Allah is by not having sin toward His creatures.

Another seemingly-easy to do stuff is as simple as smile. Yap, for some people smile is really easy as they do it everyday to friends. But smile could become a catastrophe to some people as they rarely or never did before or they simply can’t. Smile could become a kind of ibadah as it spread happiness among people. Just imagine someone you are respect to is giving you a smile, it will energize you with sort of unknown chemical reaction within, or just imagine if Genghis Khan could smile, of course the story will be different. Couldn’t he?

People of course easier to smile in a happy condition, it is normal and It is also ibadah. But smile became tougher when man is in a sad state of mind, and that’s where it will be counted as a great ibadah if we kept smile and never let your problem sweep your smile away. We always have two options to face problems either with full-smiles on the face that give us more strength, or with a sad - folded -looking real bad face that help nothing but degrade our selves. You pick.

Have A Wonderful Ramadan!

Wednesday, June 8, 2011

You are what you write

Text: Hanif
Foto: Google Image                      





Dear Nyobireader....(what? i repeat Nyobireader) sudah lebih dari 2 bulan ni blog nggak di rawat. Berhubung masa kuliah sedang berada pada titik nadir internship, dengan kebanyakan kegiatan menuntut aktifitas rutin yang awalnya lebih mirip kuburan bagi kreatifitas. Awalnya memang itulah alasan utama untuk tidak update. Namun  setelah dirasa- rasa yang jadi penghambat kreatifitas adalah model- model pemikiran apologetik seperti itu dan bukannya rutinitas. Pemikiran yang menyalahkan kondisi luar hanya memunculkan apologi berlebihan untuk kebungkaman diri dan tidak akan menyelesaikan masalah, malah hanya memberi ruang lebih untuk beralasan.

Menulis memerlukan kegiatan rutin dan tidak selalu harus membawa isu bombastis untuk ditulis. Seperti contoh dalam waktu 3 menit seseorang yang berjalan keluar dari lorong kampungnya akan ada banyak hal yang bisa ditulisnya, cerita tentang orang- orang yang dilaluinya dan setting tempat, bahkan membaca tulisannya bisa memerlukan waktu lebih dari 1 jam untuk cerita yang faktualnya hanya berjalan selama beberapa menit saja. So, tidak perlu risau atas aktifitas rutin yang sedang berjalan. Menulis tetap menjadi media yang paling jitu untuk menyampaikan ide atau sekedar berbagi cerita. Karena sharing means caring yang artinya dilarang parkir…???

Sedikit pengetahuan berdasar pengalaman,, jangan selalu berharap tulisan akan dibaca banyak orang. Karena dengan begitu motivasi akan kembang kempis. Cobalah menulis untuk sekedar mengekspresikan ide ke dalam tulisan- tulisan untuk mencoba formulasi ide baru atau menulis sekedar cerita ringan dengan sedikit permainan kata- kata. Tidak perlu menulis sesuatu di luar jangkauan kita untuk membuat kita tampak lebih daripada sebenarnya. sebagai langkah awal, cobalah sesuatu yang fun yang bisa kita tuliskan dan mengalir lancar tanpa harus mengerutkan kening.

Oh ya ada satu cerita menarik tentang seseorang yang memiliki keinginan menulis tapi tidak mampu menyampaikan ide- idenya. Ide satu manusia ini sangat brilian di masanya, ide pokoknya bertujuan menghapuskan sistem rasial di Amerika saat itu. Orang ini tidak punya kemampuan menulis karena kosakatanya yang sangat terbatas tidak cukup untuk membendung ide besarnya. Maka dia mulai menambah perbendaharaan kata dengan cara menulis ulang selluuruh isi kamus! Iya…kamus! Dan juga membacanya berulang- ulang setiap hari. Dia adalah Malcolm X, sempat meringkuk di penjara karena ide besarnya dan justru dari penjara itulah dia mendapat pelajaran paling berharga, menulis.